Home > Articles > Narsiskah Anda ?

Narsiskah Anda ?


Apakah kita termasuk seseorang yang narsis? Apakah dengan seringnya memamerkan foto-foto kita dengan pose yang beraneka ragam kepada orang banyak, maka kita termasuk orang yang narsis? Apakah dengan seringnya kita mengajak teman-teman kita untuk berfoto ria, maka kita termasuk narsis? Sering memamerkan foto-foto kita yang sedang bersama orang-orang terkenal, maka kita termasuk orang yang narsis? Lalu, apakah kita merasa bangga dan senang apabila orang lain mengatakan bahwa diri kita adalah seseorang yang narsis ?

Tunggu dulu, jangan terlalu cepat menjawab semua pertanyaan di atas. Pikirkan sekali lagi setelah Anda selesai membaca artikel ini.

Pengertian Narsistik

Narsistik merupakan rasa cinta atau kagum yang terlalu berlebihan terhadap diri sendiri. Orang yang narsis cenderung memiliki sikap yang egois, mementingkan diri sendiri, dan kurang berempati terhadap kepentingan orang lain. Mereka juga sering menciptakan khayalan-khayalan yang tidak realistis dan menganggap diri mereka adalah orang yang paling sempurna. Oleh karena itu, kekurangan-kekurangan yang mereka miliki – sekecil apapun itu – akan dianggap sebagai aib yang harus disembunyikan dengan sangat hati-hati. Nah, untuk menyembunyikan aib mereka tersebut, mereka tidak akan segan-segan menciptakan kebohongan-kebohongan besar di luar diri untuk mengelabui orang lain, dan sekaligus menciptakan sebuah image yang positif di pikiran orang lain tersebut. Sebuah kritik kecil yang diberikan kepada orang yang narsistik dapat dianggap sebagai sebuah penghinaan besar oleh mereka.

TAHUKAH ANDA, NARSISTIK TERMASUK SALAH SATU GANGGUAN KEPRIBADIAN ?

Di dalam ilmu psikologi, khususnya dalam psikologi klinis, dikenal sebuah buku yang berjudul DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Manual Disorders IV-Text Revision), sebuah buku yang di dalamnya berisi tentang segala jenis gangguan jiwa pada manusia. Dan narsistik termasuk salah satu diantaranya.

Narsistik disebut sebagai salah satu jenis gangguan kepribadian karena sifatnya yang merugikan, baik itu merugikan diri sendiri maupun orang lain. Seorang manager yang narsistik, tidak akan suka menerima kritik dari para karyawannya meski kritik tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kinerja perusahaan yang bersangkutan. Apabila sikap yang narsistik tersebut terus dipertahankan oleh sang manager, hal itu akan berdampak buruk pada perusahaan (kinerja perusahaan mengalami penurunan), dan juga akan berdampak buruk pada dirinya sendiri (mengalami penurunan jabatan, atau bahkan dipecat).

NARSISTIK berbeda dengan PERCAYA DIRI

Banyak orang yang salah dalam membedakan antara narsistik dengan percaya diri. Bahkan tidak sedikit juga orang yang menyamakan antara keduanya.

Orang yang narsistik sekilas memang terlihat sangat mirip dengan orang yang percaya diri. Keduanya sama-sama mempercayai bahwa dirinya dapat melakukan hal-hal yang besar. Namun pada orang yang narsistik, mereka hanya terlihat percaya diri apabila sedang berada di depan orang lain. Ketika mereka dihadapkan pada sebuah permasalahan yang sesungguhnya, kepercayaan diri mereka menghilang seketika dan mencoba menghindar dari permasalahan tersebut.

Di samping itu, seseorang yang percaya diri tidaklah begitu mementingkan pujian. Mereka tidak akan mudah tergoyahkan dengan ataupun tanpa adanya pujian kepada mereka. Sebaliknya, orang yang narsistik justru sangat memerlukan adanya pujian dari orang lain. Apabila teman Anda yang narsistik sudah memakai kostum terbaiknya menghadiri sebuah pesta dan tidak mendapat pujian mengenai kostumnya dari Anda selama pesta tersebut berlangsung, besar kemungkinan Anda akan dianggap olehnya sebagai orang yang paling tidak berperasaan sedunia.

Hal lain yang membedakan keduanya itu adalah bahwa orang yang narsistik lebih berfokus pada Penampilan Fisik, sementara orang yang percaya diri lebih berfokus pada yang namanya Kompetensi.

Apakah Anda Narsis?

Semua orang pada tingkat usia apapun mempunyai kecenderungan yang sangat besar untuk mengidap Narsistik ini. Namun dari semua tingkat usia, kaum remajalah yang lebih banyak menjadi narsistik. Apabila jerawat kecil yang tiba-tiba tumbuh di wajah Anda membuat Anda menjadi sangat gelisah dan khawatir bila seseorang melihatnya sehingga akhirnya Anda menjadi depresi, saya mungkin tidak akan menyarankan Anda untuk mengunjungi dokter spesialis kecantikan wajah, tetapi menyarankan Anda untuk mengunjungi seorang psikolog terlebih dahulu.

Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan pada awal artikel ini, apakah kita termasuk orang yang narsis apabila ini dan itu, saya akan meminjam definisinya Otto Kernberg (Borderline Condition and Pathological Narcissism: 1975). Semua itu bisa saja termasuk narsis dan mungkin juga tidak, tergantung pada apa motifnya.

Apabila motif kita melakukan itu semua adalah karena rasa takut, rasa kurang, atau rasa kosong, dan tujuannya adalah untuk mendapatkan pemenuhan dari luar (orang lain), maka kita dapat disebut sebagai seseorang yang mengidap narsistik.

Coba perhatikan kedua tujuan memamerkan foto-foto kita bersama dengan orang-orang terkenal berikut ini:

  1. Saya takut dianggap sebagai orang miskin. Oleh karena itu, saya memamerkan semua foto-foto itu kepada orang banyak.
  2. Saya mau memotivasi diri saya sendiri dan juga orang lain yang melihat foto-foto yang saya pamerkan agar mereka terpacu untuk menjadi jauh lebih baik daripada saya.

Dapatkah Anda melihat perbedaan dari kedua tujuan tersebut? Lalu, apakah Anda termasuk orang yang narsis?

 

Narsis itu perlu, tetapi jangan terlalu berlebihan.

Itulah yang disebut oleh Andrew Morisson (The Underside of Narcissism: 1997) sebagai narsis yang sehat.

Advertisements
Categories: Articles
  1. Raja
    January 8, 2011 at 3:58 pm

    u gk pantas dpt nilai bhs indo C
    wkkwkwkwk

    mantab” tulisan u JO!

    • January 8, 2011 at 4:45 pm

      Hahahahahaha….
      Tau dari mana wa dapat C ?!
      Tapi memang benar sic wa dapat C. Sangat tidak memuaskan…
      Anyway, thanx for the comment, Raja…

  2. Melisa Yang
    January 9, 2011 at 3:28 am

    daripada E le… wkwkkwk

    • January 9, 2011 at 4:40 am

      betul, betul, betul…
      hari itu sudah dikasih E awal-awalnya…
      Tapi syukurlah besoknya diganti jadi C… (naik 2 variabel)
      Semoga besok pas wa buka, naik lagi 2 variabel jadi A… hahahaha

  3. sususapii
    January 21, 2011 at 10:06 am

    Narsis itu perlu, tetapi jangan terlalu berlebihan!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: